Rabu, 16 Oktober 2019

Statistika


STATISKA



Nama : Dea Sunara
NIM : 1830511098
Prodi : Teknik Informatika
Semester : 3


Pengertian Data Statistik
Data adalah bentuk jamak dari datum. Data itu sendiri merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa sesuatu yang diketahui ataupun dianggap. Jadi dapat diartikan bahwa data itu adalah sebagai sesuatu yang diketahui atau yang dianggap (anggapan).
 Jenis jenis data
·        Data kualitatif
·        Data diskret
·        Data kuantitatif
·        Data kontinu
(1) Mean (arithmetic mean)
Rata-rata hitung atau arithmetic mean atau sering disebut dengan istilah mean saja merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk menggambarkan ukuran tendensi sentral. Mean dihitung dengan menjumlahkan semua nilai data pengamatan kemudian dibagi dengan banyaknya data. Definisi tersebut dapat di nyatakan dengan persamaan berikut:
Sampel:
x¯¯¯=x1+x2+x3+⋯+xnn atau x¯¯¯=∑ni=1xin atau x¯¯¯=Σxnx¯=x1+x2+x3+⋯+xnn atau x¯=∑i=1nxin atau x¯=Σxn
Populasi:
μ=x1+x2+x3+⋯+xnn atau μ=∑ni=1xin atau μ=Σxnμ=x1+x2+x3+⋯+xnn atau μ=∑i=1nxin atau μ=Σxn
Keterangan:
∑ = lambang penjumlahan semua gugus data pengamatan n = banyaknya sampel data N = banyaknya data populasi
x¯x¯
= nilai rata-rata sampel μ = nilai rata-rata populasi Mean dilambangkan dengan
x¯x¯
(dibaca "x-bar") jika kumpulan data ini merupakan contoh (sampel) dari populasi, sedangkan jika semua data berasal dari populasi, mean dilambangkan dengan μ (huruf kecil Yunani mu).
Sampel statistik biasanya dilambangkan dengan huruf Inggris,
x¯x¯
, sementara parameter-parameter populasi biasanya dilambangkan dengan huruf Yunani, misalnya μ
a. Rata-rata hitung (Mean) untuk data tunggal
Contoh 1:
Hitunglah nilai rata-rata dari nilai ujian matematika kelas 3 SMU berikut ini: 2; 4; 5; 6; 6; 7; 7; 7; 8; 9
Jawab:
x¯¯¯=Σxn=2 +4 +5 +6 +6 +7 +7 +7 +8 +910=6110=6.10x¯=Σxn=2 +4 +5 +6 +6 +7 +7 +7 +8 +910=6110=6.10
Nilai rata-rata dari data yang sudah dikelompokkan bisa dihitung dengan menggunakan formula berikut:
x¯=f1x1+f2x2+….+fnxnf1+f2+⋯+fn=ΣfixiΣfix¯=f1x1+f2x2+….+fnxnf1+f2+⋯+fn=ΣfixiΣfi
Keterangan: ∑ = lambang penjumlahan semua gugus data pengamatan fi = frekuensi data ke-i n = banyaknya sampel data
x¯x¯
= nilai rata-rata sampel
Contoh 2:
Berapa rata-rata hitung pada tabel frekuensi berikut:
xi
fi
70
5
69
6
45
3
80
1
56
1
Catatan: Tabel frekuensi pada tabel di atas merupakan tabel frekuensi untuk data tunggal, bukan tabel frekuensi dari data yang sudah dikelompokkan berdasarkan selang/kelas tertentu.
Jawab:
xi
fi
fixi
70
5
350
69
6
414
45
3
135
80
1
80
56
1
56
Jumlah
16
1035
x¯¯¯=ΣfixiΣfix¯=ΣfixiΣfi
x¯¯¯=103516=64.6







(2) Median

Median dari n pengukuran atau pengamatan x1, x2 ,..., xn adalah nilai pengamatan yang terletak di tengah gugus data setelah data tersebut diurutkan. Apabila banyaknya pengamatan (n) ganjil, median terletak tepat ditengah gugus data, sedangkan bila n genap, median diperoleh dengan cara interpolasi yaitu rata-rata dari dua data yang berada di tengah gugus data. Dengan demikian, median membagi himpunan pengamatan menjadi dua bagian yang sama besar, 50% dari pengamatan terletak di bawah median dan 50% lagi terletak di atas median. Median sering dilambangkan dengan
x~x~
(dibaca "x-tilde") apabila sumber datanya berasal dari sampel
μ~μ~
(dibaca "μ-tilde") untuk median populasi. Median tidak dipengaruhi oleh nilai-nilai aktual dari pengamatan melainkan pada posisi mereka. Prosedur untuk menentukan nilai median, pertama urutkan data terlebih dahulu, kemudian ikuti salah satu prosedur berikut ini:
·         Banyak data ganjil → mediannya adalah nilai yang berada tepat di tengah gugus data
·         Banyak data genap → mediannya adalah rata-rata dari dua nilai data yang berada di tengah gugus data

a. Median data tunggal:

Untuk menentukan median dari data tunggal, terlebih dulu kita harus mengetahui letak/posisi median tersebut. Posisi median dapat ditentukan dengan menggunakan formula berikut:
PosisiMedian=(n+1)2PosisiMedian=(n+1)2

dimana n = banyaknya data pengamatan.
Median apabila n ganjil:
Contoh 5:
Hitunglah median dari nilai ujian matematika kelas 3 SMU berikut ini: 8; 4; 5; 6; 7; 6; 7; 7; 2; 9; 10
Jawab:
·         data: 8; 4; 5; 6; 7; 6; 7; 7; 2; 9; 10
·         setelah diurutkan: 2; 4; 5; 6; 6; 7; 7; 7; 8; 9; 10
·         banyaknya data (n) = 11
·         posisi Me = ½(11+1) = 6
·         jadi Median = 7 (data yang terletak pada urutan ke-6)
Nilai Ujian
2
4
5
6
6
7
7
7
8
9
10
Urutan data ke-
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
(3) Mode
Mode adalah data yang paling sering muncul/terjadi. Untuk menentukan modus, pertama susun data dalam urutan meningkat atau sebaliknya, kemudian hitung frekuensinya. Nilai yang frekuensinya paling besar (sering muncul) adalah modus. Modus digunakan baik untuk tipe data numerik atau pun data kategoris. Modus tidak dipengaruhi oleh nilai ekstrem. Beberapa kemungkinan tentang modus suatu gugus data:
·         Apabila pada sekumpulan data terdapat dua mode, maka gugus data tersebut dikatakan bimodal.
·         Apabila pada sekumpulan data terdapat lebih dari dua mode, maka gugus data tersebut dikatakan multimodal.
·         Apabila pada sekumpulan data tidak terdapat mode, maka gugus data tersebut dikatakan tidak mempunyai modus.
Meskipun suatu gugus data mungkin saja tidak memiliki modus, namun pada suatu distribusi data kontinyu, modus dapat ditentukan secara analitis.
·         Untuk gugus data yang distribusinya simetris, nilai mean, median dan modus semuanya sama.
·         Untuk distribusi miring ke kiri (negatively skewed): mean < median < modus
·         untuk distribusi miring ke kanan (positively skewed): terjadi hal yang sebaliknya, yaitu mean > median > modus.

Hubungan antara ketiga ukuran tendensi sentral untuk data yang tidak berdistribusi normal, namun hampir simetris dapat didekati dengan menggunakan rumus empiris berikut:
Mean - Mode = 3 (Mean - Median)


a. Modus Data Tunggal:
Contoh 8:
Berapa modus dari nilai ujian matematika kelas 3 SMU berikut ini:
·         2, 4, 5, 6, 6, 7, 7, 7, 8, 9
·         2, 4, 6, 6, 6, 7, 7, 7, 8, 9
·         2, 4, 6, 6, 6, 7, 8, 8, 8, 9
·         2, 4, 5, 5, 6, 7, 7, 8, 8, 9
·         1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10
Jawab:
·         2, 4, 5, 6, 6, 7, 7, 7, 8, 9→ Nilai yang sering muncul adalah angka 7 (frekuensi terbanyak = 3), sehingga Modus (M) = 7
·         2, 4, 6, 6, 6, 7, 7, 7, 8, 9 → Nilai yang sering muncul adalah angka 6 dan 7 (masing-masing muncul 3 kali), sehingga Modusnya ada dua, yaitu 6 dan 7. Gugus data tersebut dikatakan bimodal karena mempunyai dua modus. Karena ke-2 mode tersebut nilainya berurutan, mode sering dihitung dengan menghitung nilai rata-rata keduanya, ½ (6+7) = 6.5.
·         2, 4, 6, 6, 6, 7, 8, 8, 8, 9 → Nilai yang sering muncul adalah angka 6 dan 8 (masing-masing muncul 3 kali), sehingga Modusnya ada dua, yaitu 6 dan 8. Gugus data tersebut dikatakan bimodal karena mempunyai dua modus. Nilai mode tunggal tidak dapat dihitung karena ke-2 mode tersebut tidak berurutan.
·         2, 4, 5, 5, 6, 7, 7, 8, 8, 9 → Nilai yang sering muncul adalah angka 5, 6 dan 7 (masing-masing muncul 2 kali), sehingga Modusnya ada tiga, yaitu 5, 6 dan 7. Gugus data tersebut dikatakan multimodal karena modusnya lebih dari dua.
·         1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 → Pada gugus data tersebut, semua frekuensi data sama, masing-masing muncul satu kali, sehingga gugus data tersebut dikatakan tidak mempunyai modusnya

 (4) Rata-rata Ukur (Geometric Mean)

Untuk gugus data positif x1, x2, …, xn, rata-rata geometrik adalah akar ke-n dari hasil perkalian unsur-unsur datanya. Secara matematis dapat dinyatakan dengan formula berikut:
U=x1.x2.x3….xn−−−−−−−−−−−−−√natauU=∏i=1nxi−−−−−√natauLog(U)=Σlog(xi)nU=x1.x2.x3….xnnatauU=∏i=1nxinatauLog(U)=Σlog⁡(xi)n
Dimana: U = rata-rata ukur (rata-rata geometrik) n = banyaknya sampel Π = Huruf kapital π (pi) yang menyatakan jumlah dari hasil kali unsur-unsur data. Rata-rata geometrik sering digunakan dalam bisnis dan ekonomi untuk menghitung rata-rata tingkat perubahan, rata-rata tingkat pertumbuhan, atau rasio rata-rata untuk data berurutan tetap atau hampir tetap atau untuk rata-rata kenaikan dalam bentuk persentase.
\

a. Rata-rata ukur untuk data tunggal

Contoh 10:
Berapakah rata-rata ukur dari data 2, 4, 8?
Jawab:
U=(2)(4)(8)−−−−−−−−√3=64−−√3=4U=(2)(4)(8)3=643=4
atau:
Log(U)=Σlog(xi)nLog(U)=Σlog⁡(xi)n
Log(U)=log(2)+log(4)+log(8)3=0.3010+0.6021+0.90313=0.6021Log(U)=log⁡(2)+log⁡(4)+log⁡(8)3=0.3010+0.6021+0.90313=0.6021
U=100.6021=4U=100.6021=4

(5) Rata-rata Harmonik (H)

Rata-rata harmonik dari suatu kumpulan data x1, x2, …, xn adalah kebalikan dari nilai rata-rata hitung (aritmetik mean). Secara matematis dapat dinyatakan dengan formula berikut:
H=n∑(1xi)H=n∑(1xi)
Secara umum, rata-rata harmonic jarang digunakan. Rata-rata ini hanya digunakan untuk data yang bersifat khusus. Misalnya,rata-rata harmonik sering digunakan sebagai ukuran tendensi sentral untuk kumpulan data yang menunjukkan adanya laju perubahan, seperti kecepatan.

a. Rata-rata harmonic untuk data tunggal

Contoh 12:
Si A bepergian pulang pergi. Waktu pergi ia mengendarai kendaraan dengan kecepatan 10 km/jam, sedangkan waktu kembalinya 20 km/jam. Berapakah rata-rata kecepatan pulang pergi?
Jawab:
Apabila kita menghitungnya dengan menggunakan rumus jarak dan kecepatan, tentu hasilnya 13.5 km/jam! Apabila kita gunakan perhitungan rata-rata hitung, hasilnya tidak tepat!
x¯¯¯=(10+20)2=15 km/jamx¯=(10+20)2=15 km/jam
Pada kasus ini, lebih tepat menggunakan rata-rata harmonik:
x¯¯¯=2110+120=403=13.5 km/jam

Kamis, 07 Februari 2019

PRAKTIKUM FISIKA LISTRIK 1


PRAKTEK FISIKA LISTRIK 1
Hasil gambar untuk logo muhammadiyah sukabumi
Disusun Oleh :

Aditya Husaeni
Ajeng Rivaldi
Alka Dwi
Asep Husni
M. Farhan Fauzi
Ryan Rustiandi
Yola Amanda


A. Alat dan Bahan

1.      Project Board 
Gambar terkait
2.      Male Jumper
Hasil gambar untuk male jumper
3.      LED
Hasil gambar untuk led
4.      Avometer
Hasil gambar untuk avometer
5.      Adapter
Hasil gambar untuk adaptor listrik
6.      IC SN74CSO4
Hasil gambar untuk IC 7404


B. UJI COBA PRAKTIK

·         Langkah yang pertama ialah memeriksa setiap male jumper dan LED menggunakan avometer untuk mengetahui dapat digunakan atau tidaknya.
·         Lalu siapkan project board.
·         Masukkan IC SN74CSO4
·         Masukkan male jumper yang pertama ke pin no 1 untuk inputan
·         Masukkan male jumper yang pertama ke pin no 2 untuk inputan
·         Masukkan LED positif ke pin no 3 dan LED negatif ke pin gnd
·         Masukkan male jumper yang ketiga ke pin no 7 untuk output gnd
·         Masukkan male jumper yang keempat ke pin no 14 untuk output positif
·         Masukkan male jumper yang kelima ke pin positif
·         Masukkan male jumper yang keenam ke pin gnd
·         Masukkan kedua inputan ke pin positif
·         Masukan output positif dan gnd ke adaptor

KESIMPULAN

Jika IC menggunakan gerbang AND dan kita ingin lampu LED menyala maka inputan gerbang 1 dan inputan 2 harus sama - sama positif atau bernilai TRUE
Jika salah satu dari gerbang 1 dan 2 inputannya ada yang gnd atau tidak bernilai sama maka lampu LED tersebut tidak akan menyala.
Mungkin Ini yang bisa kami sampaikan kurang lebihnya mohon di maklumi, sekian dari kami wassalammualaikum wr.wb

DAFTAR PUSTAKA

  1. https://www.google.co.id/search?tbm=isch&sa=1&ei=ZzJdXMTVF8mPwgOF47DwAw&q=project+board&oq=project+bo&gs_l=img.1.0.0l5j0i30l5.461.1760..3156...0.0..0.407.541.2j4-1......1....1..gws-wiz-img.......0i67.-buuHccSGeE#imgrc=n-x_vfZ0uyKsBM:
  2. https://www.google.co.id/search?q=male+jumper&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwic1s2Z0qvgAhVPknAKHZZXCWMQ_AUIDigB&biw=1366&bih=657#imgrc=yGhH72mFuuld6M:
  3. https://www.google.co.id/search?q=led&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwicrLq90qvgAhXKrI8KHSmqC34Q_AUIDygC&biw=1366&bih=657#imgrc=eWdQ4edA-1Q0kM:
  4. https://www.google.co.id/search?q=avometer&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjktrnS0qvgAhVFLo8KHQhWB8AQ_AUIDigB&biw=1366&bih=657#imgrc=AwNQVbwO2PI2qM:
  5. https://www.google.co.id/search?biw=1366&bih=657&tbm=isch&sa=1&ei=lDRdXJOPCMrcvATJsZLAAw&q=adaptor+listrik&oq=adaptor&gs_l=img.1.7.35i39l2j0i67j0l3j0i67l2j0l2.7406.9308..11855...0.0..0.56.213.4......1....1..gws-wiz-img.4_TMS25wiNo#imgrc=i4sFFe-jeWkZVM:
  6. https://www.google.co.id/search?biw=1366&bih=657&tbm=isch&sa=1&ei=MzVdXJXzL5HGvQTpr5-wBA&q=IC+7404&oq=IC+7404&gs_l=img.3..0l2j0i30l6j0i5i30l2.10817.16089..17352...1.0..0.147.795.12j1......1....1..gws-wiz-img.......35i39j0i67.0mn1q2SP0s0#imgrc=qC7rhzAyh4b1HM:



Kamis, 17 Januari 2019

Hasil Praktikum Fisika 2


FISIKA LISTRIK
(PEMBUKTIAN GERBANG AND)




DOSEN PENGAMPU
Nia Kartika, M.T

DISUSUN OLEH
Dea Sunara 
Adtya Husaeni 
Alka Dwi Syifa
Ryan Rustiandi
Yola Amanda

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KOTA SUKABUMI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
2019


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan laporan ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafa'atnya di akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu menyelesaikan pembuatan laporan praktikum dari mata kuliah "Fisika Listrik" dengan judul "Pembuktian Gerbang Logika AND".

Penulis tentu menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk laporan ini, supaya laporan ini nantinya dapat menjadi laporan yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada laporan ini penulis mohon maaf yang sebesar - besarnya.
Demikian, semoga laporan ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Sukabumi, 02 Januari 2019


                                                                                                                
                                                                                                                Penulis



TUJUAN PRAKTIKUM

Membuktikan apakah lampu LED akan menyala dengan menggunakan Gerbang AND



Alat dan Bahan :
  1. Project Board
  2. Male Jumper
  3. LED
  4. Avometer
  5. Adapter
  6. IC SN7408
Penjelasan Komponen :

1. Project Board dan IC



Project Board atau yang sering disebut sebagai Breadboard adalah dasar konstruksi sebuah sirkuit elektronik dan merupakan prototipe dari suatu rangkaian elektronik. Sementara Integrated Circuit (IC) adalah suatu komponen elektronik yang dibuat dari bahan semi conductor, dimana IC merupakan gabungan dari beberapa komponen seperti Resistor, Kapasitor, Dioda dan Transistor yang telah terintegrasi menjadi sebuah rangkaian berbentuk chip kecil, IC digunakan untuk beberapa keperluan pembuatan peralatan elektronik agar mudah dirangkai menjadi peralatan yang berukuran relatif kecil.

2. Male Jumper



Kabel JUMPER adalah komponen yang wajib ada saat belajar rangkaian elektronika dan komponen penghubung rangkaian Arduino dengan breadboard. 

3. LED




Lampu LED atau kepanjangannya Light Emitting Diode adalah suatu lampu indikator dalam perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi untuk menunjukkan status dari perangkat elektronika tersebut.


4. Avometer



Avometer berasal dari kata ”AVO” dan ”meter”. ‘A’ artinya ampere, untuk mengukur arus listrik. ‘V’ artinya voltase, untuk mengukur voltase atau tegangan. ‘O’ artinya ohm, untuk mengukur ohm atau hambatan. Terakhir, yaitu meter atau satuan dari ukuran. AVO Meter sering disebut dengan Multimeter atau Multitester. Secara umum, pengertian dari AVO meter adalah suatu alat untuk mengukur arus, tegangan, baik tegangan bolak-balik (AC) maupun tegangan searah (DC) dan hambatan listrik.

5. Adapter

Adaptor adalah sebuah rangkaian yang berguna untuk mengubah tegangan AC yang tinggi menjadi DC yang rendah. Adaptor merupakan sebuah alternatif pengganti dari tegangan DC karena penggunaan tegangan AC lebih lama dan setiap orang dapat menggunakannya asalkan ada aliran listrik di tempat tersebut.



LANGKAH KERJA PRAKTIKUM

Skema Rangkaian 1
1. Langkah yang pertama ialah memeriksa apakah setiap jumper tersebut rusak atau tidaknya dengan menggunakan Avometer, begitu juga dengan LED.




2. Langkah selanjutnya masukkan kabel jumper yang pertama ke pin (kaki) nomer 1 untuk inputan.
3. Masukkan kabel jumper yang kedua ke pin nomer 2 untuk inputan
4. Langkah selanjutnya hampir sama dengan langkah pertama dan langkah kedua.
5. Kemudian masukkan output positif dan gnd ke adaptor apakah lampu tersebut menyala atau tidak        menggunakan adapter.
6. Setelah semuanya terangkai maka hasilnya seperti ini :







Skema Rangkaian 2
Praktikum yang ini digabungkannya gerbang AND dan NOT. Langkah - langkahnya hampir sama dengan yang skema pertama, hanya saja IC-nya menggunakan dua IC dan beberapa kabel jumper tambahan. Seperti berikut :





Hasil praktikum skema 2 harus menghasilkan seperti ini:

A'     B      C     OUT
0       0      0         0
0       0      1         0
0       1      0         0
0       1      1         1
1       0      0         0
1       0      1         0
1       1      0         0
1       1      1         0

Setelah di praktek-an, hasilnya sama sesuai dengan tabel di atas.











KESIMPULAN

Jadi untuk skema 1 dengan menggunakan gerbang AND maka lampu menyala jika setiap inputan bernilai 1 atau TRUE. Jika salah satu inputannya bernilai 0 atau FALSE maka lampu tersebut tidak akan menyala.

Untuk skema 2 pergabungan gerbang AND dan NOT, hampir semua lampu tidak menyala kecuali satu yaitu gambar nomer 4 lampunya menyala. Karena setiap inputannya bernilai 1 maka hasilnya 1 atau TRUE maka kampunya pun menyala.

Minggu, 03 Desember 2017

06-11-2017


  • B. inggris
  1. pada bentuk kalimat simple future tense ada yang di tambhkan "be" yang di letakan setelah auxiallary "wiil" contoh= (+) I will be here to night (-) I wont be here to night ?

  • MTK
  1. sifat sifat prisma
  • bidang alas ber bentuk segitiga  ABC, DEF
  • bidang tegak berbentuk segi empat  ABDE, ACFD, BCFE
  • memiliki 9 rusuk
  • memiliki 6 titik sudut
  • AGAMA
  1. menceritakan cerita sifat sifat rosulluloh

Jumat, 03 November 2017

pelajaran hari jumat 03-11-17


  • b.indo
  1. mengisi lembar jawaban di buku paket

  • wirausahaan
  1. persentasi kelompok empat tentang berwirausaha ayam dan telur

  • pkn
  • tujuan sebuah negara 
  1. melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia
  2.  Memajukan kesejahteraan umum
  3. mencerdaskan kehidupan bangsa
  4. Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social

pelajaran hari kamis 02-11-17


  • produktif
  1. local host
  2. first host
  3. last host